Jakarta adalah kota dengan 500+ "kontraktor booth" aktif di Google dan marketplace. Dari jumlah itu, mungkin 50-80 yang punya kapasitas produksi beneran, sisanya agen atau middleman. Ada juga fraksi kecil yang scam outright: ambil DP, hilang. Artikel ini framework lengkap untuk vet calon partner, dari website check sampai site visit.
Stage 1: Website & digital footprint
- URL website. Ada domain sendiri (.com, .co.id)? Atau cuma landing page di marketplace? Kontraktor serius punya website sendiri
- Foto project. Original atau stok foto? Reverse image search (Google Lens) beberapa foto. Kalau hasilnya muncul di portfolio kontraktor lain, red flag
- Alamat fisik. Ada alamat workshop yang spesifik, bukan cuma "Jabodetabek"? Cross-check Google Maps, apakah alamat itu warehouse/workshop atau office space
- Tim. Ada halaman tim dengan nama-nama real + role? Kontraktor yang punya tim permanent tidak ragu tunjukkan
Stage 2: First contact
- Response time dan komunikasi. 24 jam untuk brief yang kompleks masih OK, lebih dari itu tanda kontraktor over-capacity atau disorganized
- Pertanyaan yang mereka ajukan. Kontraktor bagus tanya: venue, booth size, timeline, brand guideline, referensi visual. Kontraktor buruk langsung tanya: budget berapa? Harga-driven, bukan solution-driven
- Moodboard dan konsep awal. Kontraktor serious provide 3D render sebelum final PO, bukan sketsa kertas doang
Stage 3: Capability verification
- CNC sendiri? Minta list mesin: CNC Laser, CNC Router, spray booth. Brand dan tahun produksi. Cross-verify dengan foto onsite
- Workshop visit. Kontraktor yang punya workshop sendiri welcome visit, bahkan encourage. Kontraktor yang menghindari workshop visit = red flag besar
- Project references yang bisa di-contact. Mereka provide kontak klien terakhir untuk reference check? Atau cuma bilang "banyak project"
- Payment structure. Kontraktor serius punya payment term yang terstruktur (DP 30-50%, progress 30-40%, pelunasan setelah delivery). Kontraktor yang minta 100% di depan = red flag
Stage 4: Red flag pattern untuk scam
Scam outright lebih jarang tapi ada. Pattern umum:
- Harga jauh di bawah market (50%+ lebih murah dari kontraktor lain dengan scope sama)
- Tidak mau tanda tangan kontrak tertulis, "kita pakai invoice saja"
- Tidak punya PKP/NPWP yang valid (kontraktor legit di Jakarta punya dokumen ini)
- Minta pembayaran ke rekening personal, bukan rekening perusahaan
- Website baru, aktif kurang dari 6 bulan, tidak ada portfolio historis
- Menekan untuk cepat transfer DP dengan alasan "slot workshop terbatas"
Stage 5: Saat kontrak
- Scope of work detail. Setiap item (booth size, material, finishing, jumlah crew onsite) tertulis
- Timeline dengan milestone, bukan cuma tanggal delivery
- Provisi revisi. Berapa round revisi included, kapan tambahan kena biaya
- Provisi keterlambatan. Kalau delivery telat, kompensasi apa
- Ownership file design. Setelah selesai, siapa yang own 3D file dan working drawing
Kapan boleh pakai kontraktor baru (tidak established)
Tidak semua kontraktor baru = scam. Studio desain baru yang dibuka founder dari studio lama yang established, sering kompetitif. Indikator boleh coba kontraktor baru:
- Founder punya track record di kontraktor established sebelumnya (bisa di-verify di LinkedIn)
- Workshop atau partnership workshop yang clear dan bisa di-visit
- Project pertama mereka berhasil (walaupun portfolio pendek)
- Transparent soal fakta mereka baru dan willing to compensate dengan price atau service quality
Red flag yang sering di-miss
Kontraktor yang "terlalu kooperatif" di awal: semua dibilang bisa, semua dibilang murah, semua dibilang cepat. Kontraktor bagus akan push back di awal: "timeline itu terlalu tight, kita perlu tambah X hari" atau "scope itu butuh material Y, budget harus naik". Push back di awal = honest. Semua di-iyain = siap-siap surprise di tengah jalan.
Kesimpulan
Vet kontraktor butuh 1-2 minggu effort, tapi saving-nya jutaan sampai ratusan juta rupiah dan ribuan jam stress. Checklist 12 poin di atas bisa dikerjakan dalam 3-5 hari kalau brand fokus. Investasi waktu ini selalu worth it untuk project yang > Rp 50 juta.