Lewati ke konten utama
ID EN
← Semua insight

Booth Modular vs. Custom: Kapan Pilih yang Mana

Setiap brand di pameran ketemu pilihan yang sama: modular (cepat, standard, reusable) atau custom (unik, statement, mahal). Panduan tradeoff dengan kasus nyata dari Jakarta.

Pertanyaan ini muncul di hampir setiap brief pameran: "sebaiknya booth-nya modular atau custom?" Tidak ada jawaban universal, tapi ada framework yang membantu brand decide dalam 10 menit, bukan 2 minggu.

Definisi cepat

Booth modular: pakai frame standard (Octanorm, Maxima, sistem frame aluminium extrusion) dengan panel grafis yang bisa di-replace per event. Komponen repeatable, bisa di-reassemble di event berikutnya.

Booth custom: dirancang from scratch per event. Bisa pakai multiplex, HPL, acrylic, besi, atau combinasi. Shape bebas, tapi umumnya one-shot (kecuali di-design untuk modular dari awal).

Tradeoff matrix: 5 dimensi

1. Budget

Modular rata-rata 40-60% lebih murah per meter persegi dibandingkan custom. Tapi hitungan ini berubah kalau brand pakai booth 3-4 kali per tahun, cost modular di-amortisasi, custom tidak.

2. Timeline

Modular bisa di-setup dalam 3-5 hari produksi, custom butuh 14-21 hari. Untuk rush brief (< 14 hari), modular sering jadi satu-satunya pilihan realistis.

3. Brand Statement

Custom menang telak di aspek ini. Brand di tier-1 seperti automotive launch, tech product reveal, atau luxury activation hampir selalu pilih custom karena booth itu sendiri adalah brand asset, bukan container untuk brand asset.

4. Reusability

Modular unggul untuk brand yang exhibit rutin (SME tech, distributor, UMKM tier-2). Kalau booth sama dipakai 4-6 kali per tahun, payback cepat. Custom juga bisa reusable kalau di-design modular dari awal, tapi ini keputusan arsitektur yang harus diambil di fase design, bukan di tengah jalan.

5. Venue Constraint

Venue tertentu (JCC Senayan, ICE BSD) punya height restriction dan structural load yang ketat. Modular lebih forgiving karena sistem frame sudah lulus standard. Custom harus dihitung ulang per venue.

Kasus nyata

Brand distributor yang pameran 5x per tahun di JIEXPO: pilih modular. ROI setelah event ketiga. Booth tetap fresh karena grafis panel di-refresh per event.

Automotive brand yang launching SUV baru di GIIAS: pilih custom. Booth jadi centerpiece, bentuk dan pencahayaan matching identity produk. Dipakai sekali tapi itu bukan wasted, itu branded media buy.

Tech startup yang exhibit 2x per tahun: pilih hybrid. Frame modular untuk skeleton, panel custom untuk statement wall di center. Cost mid-range, flexibility tinggi.

Decision tree sederhana

  1. Exhibit 1x setahun + tier-1 brand visibility = custom
  2. Exhibit 3x+ setahun + consistent booth spec = modular
  3. Rush brief (< 14 hari) = modular (hampir selalu)
  4. Launch produk besar + budget premium = custom
  5. Exhibit rutin tapi grafis sering ganti = modular dengan panel swap

Kesimpulan

Framework ini bukan dogma. Banyak brand bagus pakai modular untuk high-stakes event (design-nya tinggi, pemilihan panel premium). Banyak juga custom untuk low-stakes event (scope berlebihan). Yang penting: keputusannya sadar, bukan default ke "kita selalu custom" atau "budget terbatas jadi modular". Diskusikan dengan kontraktor yang bisa eksekusi keduanya, bukan yang cuma jual satu.

Bagikan insight ini

WhatsApp LinkedIn X

Mari bicara project kamu

Brief via WhatsApp untuk respon cepat, atau email untuk kirim dokumen & reference.

Scroll to Top